Makalah Antropologi

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan atas rahmat dan berkat Tuhan Yang Maha Esa karena kami diberikan kesempatan untuk mengerjakan makalah ini.

Dalam makalah ini kami akan memaparkan tentang cultural anthropology korea yang memabahas tentang kebudayaan universal yang di dalamnya terdapat bahasa, sistem tehnologi dan alat produksi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi dan kesenian.     

Tak ada gading yang tak retak, maka makalah ini pun tidak luput dari kesalahan kami. Harap makalah ini dapat berkenan bagi para pembaca.

 

Jakarta, 2 April 2008

Tim Penulis

 

BAB I

DAFTAR ISI

 

1.1   Latar Belakang Penulisan Makalah ‘ Kebudayaan Korea’

 

1.2   Perumusan Masalah

Bagaimana penerapan unsur – unsur budaya sebagai  kebudayaan nasional di Negara korea dan kebudayaan asing di dunia.

 

1.3   Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan dari makalah ini ialah untuk mengetahui dan menganilis unsur kesenian di kebudayaan korea yang terdiri dari 7 unsur yaitu:

 

1.3.1       Bahasa

1.3.2       Sistem teknologi dan alat produksi

1.3.3       Sistem mata pencaharian

1.3.4       Organisasi sosial

1.3.5       Sistem pengetahuan

1.3.6       Sistem religi

1.3.7       Kesenian

 

BAB II

KERANGKA TEORITIS

 

 

2.1           Definisi Antropologi

          Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari                            

          tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau

          muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-

            ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di

Eropa.

Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal  di daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya

2.1.1  Definisi Antropologi secara etimologis

Kata antropologi berasal dari kata yunani “Antropo” yang berarti manusia 

          dan “logy” atau “logos” berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia.

 
2.1.2  Definisi Antropologi secara konseptual

  1. William A. Haviland

 Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia

 

 b. David Hunter

Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak        terbatas tentang umat manusia.

 

 c. Koentjaraningrat

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisikmasyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

 

d. Ralfh L Beals dan Harry Hoijen

           Antropologi adalah ilmu yang mempelajarai manusia dan semua apa

           yang dikerjakannya.

 

2.1.3       Definisi Antropologi secara operasional

 Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia seperti adat istiadat, kebudayaan nya, serta perilakunya.

2.1.4       Instrumen Variabel Antropologi

 

         Variabel / Teori                 Dimensi                Indikator
                 A                 N

                 T

                 R

                 O

                 P

                 O

                 L

                O

                G

                 I

  1. Ilmu

 

 

 

  1. Manusia

 

 

 

  1. Budaya

 

 

 

 

  1. Pengetahuan
  2. Komunikasi
  3. Psikologi

 

 

 

  1. Sifat
  2. Perilaku

      3.   Norma

 

 

 

1.   Suku

      2.   Etnis

      3.   Masyarakat

 

 

 

 

2.2     Definisi Kebudayaan

          Kebudayaan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam

          kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia kebudayaan diciptakan

          untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupannya.

          Kebudayaan tidak akan ada tanpa manusia, sebaliknya manusia tanpa

          kebudayaan tidak akan bisa bertahan dalam mengarungi kehidupan.

 

2.2.1  Definisi Kebudayaan secara etimologis

          Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu

          buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)

 diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

 

2.2.2  Definisi Kebudayaan secara konseptual

          a. Sultan Takdir Alisyahbana

              Kebudayaan adalah manifestasi dan cara berfikir yang dipakai dan

              mempengaruhi manusia.

          b. Mangunsarkoro

Kebudayaan adalah segala yang bersifat hasi kegiatan manusia dalam arti yang seluas-luasnya

         c. Moh. Hatta

              Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa

         d. Ralph Linton ( 1839-1953 )

Kebudayaan yaitu “ Man’s social heredi “ yang artinya sifat social yang dimiliki oleh manusia secara turun temurun.

         e. J.P.H. Dryvendaf

             Kebudayaan itu adalah kumpulan dari letusan jiwa manusia sebagai

             yang beraneka ragam berlaku dalam suatu mansyarakat tertentu.

 

2.2.3  Definisi Kebudayaan secara operasional

Kebudayaan adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa serta segala yang bersifat hasil kegiatan manusia dalam arti yang seluas-luasnya dengan cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segala kegiatan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu ciptaan hidup dari suatu bangsa dan kumpulan dari letusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu mansyarakat tertentu

2.2.4       Instrumen Variabel Kebudayaan

 

         Variabel / Teori                 Dimensi                Indikator
                    K                    E

                    B

                    U

                    D

                    A

                    Y

                    A

                    A

                    N

       1.  Hasil 

 

 

       2. Manusia

 

 

 

 

       3. Masyarakat

 

1. Fisik2. Ide

3. Pemiikiran

 

 

1. Sifat

      2. Perilaku

      3. Norma

 

 

1.Perkotaan

2. Modern

3. Pedesaan

 

 

 

2.3    Definisi Masyarakat

Masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama. Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Dalam arti sempit istilah masyarakat menunjuk pada sekelompok orang yang tinggal dan berinteraksi yang dibatasi oleh wilayah geografis tertentu seperti desa, kelurahan, kampung atau rukun warga.

 

2.3.1 Definisi Masyarakat secara etimologis

Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Kata society berasal yang artinya juga masyarakat dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti societyberhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

 

2.3.2 Definisi Masyarakat secara konseptual

 

         a. M.J Herskovits

Masyarakat adalah kelompok individu yg di organisasikan dan mengikuti suatu tata cara hidup tertentu.

         b. JL Gillin (sosiolog) dan JP Gilin (antropolog)

Masyarakat adalah sekelompok orang yang satu sama lain merasa terikat oleh kebiasaan tertentu, tradisi, perasaan, dan prilaku yang sama.

         c. Ralt Linton

             Masyarakat adalah semua kelompok manusia yang telah cukup lama

             hidup dan bekerjasama sehingga mereka bisa mengorganisasikan

             dirinya sebagai satu kesatuan dengan batas tertentu.

         d. Koentjaraningrat

             Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi sesuai

             dengan adat istiadat tertentu yang sifatnya berkesinambungan, dan

             terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

         e. Syaikh Taqyuddin An-Nabhani

             Masyarakat adalah sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai    

             sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta s

             sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut,

             manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan

             kemaslahatan.

 

2.3.3 Definisi Masyarakat secara operasional

            Masyarakat adalah sekelompok manusia yang memiliki pemikiran,

perasaan, serta sistem/aturan yang sama jg merasa terikat oleh kebiasaan tertentu, tradisi, perasaan, dan prilaku yang sama, yang berinteraksi sesuai dengan adat istiadat tertentu yang sifatnya berkesinambungan, yg telah cukup lama hidup dan bekerjasama sehingga mreka bisa mengorganisasikan dirinya sebagai satu kesatuan dengan batas tertentu.

 

2.3.4 Instrumen Variabel Masyarakat

 

         Variabel / Teori                 Dimensi                Indikator

M

A

S

Y

A

R

A

K

A

T

 

       1. Manusia 

 

 

       2. Peraturan

 

 

 

 

       3. Perasaan

 

1. Sifat      2. Perilaku

      3. Norma

 

     1. Adat istiadat

2. Pemerintah

3. Daerah

 

 

1. Cinta

2. Bahagia

3. Sedih

 

 

 

 

                                                          BAB III

                                          ANALISIS & PEMBAHASAN

 

3.1  Bahasa

Bahasa Korea (한국어/한국말) adalah bahasa yang paling luas digunakan di   Korea, dan merupakan bahasa resmi Korea Selatan dan Korea Utara. Bahasa ini juga dituturkan secara luas di Yanbian di Cina timur laut. Secara keseluruhan terdapat sekitar 78 juta penutur bahasa Korea di seluruh dunia termasuk kelompok-kelompok besar di Uni Soviet, AS, Kanada dan Jepang. Klasifikasi resmi bahasa Korea masih belum disetujui secara universal, namun dianggap oleh banyak orang sebagai bahasa isolat. Beberapa ahli bahasa memasukkannya ke dalam kelompok bahasa Altaik. Bahasa Korea juga banyak mirip dengan bahasa Jepang yang status kekerabatannya juga kurang jelas.

Sistem penulisan bahasa Korea yang asli — disebut Hangul — merupakan sistem yang silabik dan fonetik. Aksara-aksara Sino-Korea (Hanja) juga digunakan untuk menulis bahasa Korea. Walaupun kata-kata yang paling umum digunakan merupakan Hangul, lebih dari 70% kosakata bahasa Korea terdiri dari kata-kata yang dibentuk dari Hanja atau diambil dari bahasa Mandarin.

Huruf ini dikenalkan oleh Raja Sejong pada abad ke-15, dikenal sebagai Hunmin Jeongeum. Namun istilah Hangul baru dikenal pada permulaan abad ke-20. Setelah Hangeul digunakan pun, Hanja masih tetap dipakai, sedang Hangeul dipakai oleh orang-orang tidak berpendidikan, wanita dan anak-anak.

Namun pada perkembangannya, Hangeul makin banyak digunakan bahkan pada abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, penggunaan Hangeul dan Hanja seimbang. Namun kini, Hanja hanya dijumpai pada tulisan-tulisan akademik dan resmi, sedangkan hampir semua papan nama, jalan, petunjuk, bahkan tulisan-tulisan informal ditulis dalam Hangeul.

Bahasa Korea pada dasarnya memiliki dialek-dialek yang saling bertalian satu sama lain. Setiap wilayah dapat memahami dialek lainnya, kecuali dialek Pulau Jeju yang dianggap kurang bisa dimengerti dari dialek-dialek propinsi lainnya.

 

3.2 Sistem Teknologi & Alat Produksi 

Salah satu bukti awal yang menunjukkan kemajuan dari bidang iptek bangsa Korea adalah cheomseongdae, bangunan observatori pengamat langit yang dibangun tahun 634 Masehi (Silla). Sejak dahulu ilmu pengetahuan dan teknologi Korea sudah dipengaruhi Tiongkok yang lebih maju. Korea mengimpor sistem/cara bertani padi, geomansi, astronomi, fengshui, arsitektur, kesenian dari dinasti-dinasti Tiongkok. Dalam perkembangannya menghasilkan karya-karya unik khas Korea seperti alat cetak blok kayu pertama di dunia, Jikji, lalu Tripitaka Koreana, kertas, keramik seladon, jam matahari, alat pengukur hujan, jam air, abjad Hangul, kapal perang dan sebagainya.

Pada zaman moderen keunggulan teknologi Korea sangat dikenal dalam industri otomotif dan elektroniknya. Produk robot yang baru diciptakan adalah HUBO menyusul keunggulan Jepang. Prestasi Korea juga tercipta saat seorang astronotnya berhasil mengorbit dengan pesawat NASA, yaitu Lee So-yeon.

 

3.3. Sistem Mata Pencaharian

Mata Pencarian “Primer” sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata pencarian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini merupakan mata pencarian yang paling tidakpopuler.

Mata Pencarian “Sekunder” sepeti perkilangan pada awalnya kurang digemari penduduk tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja di sector ini menurun sedikit demi sedikit.
Mata Pencarian “Tertiary” seperti perkhidmatan pada awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini lah yang paling banyak dipenuhi oleh pekerja-pekerja Korea .


3.4  Organisasi Sosial

Saat korea masih social pre-industri dan agricultural, bentuk utama dari social organisasi adalah institusi keluarga dan berpusat pada kekeluargaan seperti sisilah keturunan (maksimal dan minimal) dan marga. Organisasi yang berbasis pada kekeluargaan masih ada dan di pertimbangkan sangat penting.

Bagaimana industry, urbanisasi dan migrasi massa mengakibatkan pergerakan dari sisilah keturunan dan hubungan lingkungan social menuju pada basis relasi. Baik organisasi formal atau tidak formal terbentuk dalam pabrik, took-toko, dan kantor-kantor2. Cabang dari banyak perusahaan multinasional juga ada.

Pengendalian keadaan social Secara tradisional, segala konflik dalam sebuah keluarga, desa atau diantara desa-desa telah di tetapkan dengan kendali yang tidak resmi, melalui peranta atau pun kepala rumah tangga atau juga para tetua-tetua yang ada.lagipula, mekanisme pengendalian secara resmi telah digantikan oleh pengendalian yang tidak tesmi. Dimasa yang lampau,  korea dalam menyelesaikan masalah hanya dengan pembicaraan secara kekeluargaan tetapi dengan bertambah majunya korea, mereka akan menyelesaikan masalah yang ada dengan proses hukum yang berlaku,.

 

3.5  Sistem Pengetahuan

Undang-undang Republik Korea mengenai Pendidikan yang pertama kali disahkan pada tahun 1949 (kemudian disempurnakan pada tahun 1997) menggariskan bahwa jangka waktu pendidikan menurut jenjang pendidikan menggunakan pola 6-3-3-4 yaitu enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, tiga tahun sekolah menengah atas dan empat tahun di perguruan tinggi. Penyelenggaraan pendidikan tersebut menyatakan bahwa: setiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran/pendidikan menurut kemampuan mereka masing-masing; setiap anak harus memperoleh pendidikan sekurang-kurangnya pendidikan dasar yang diatur menurut undang-undang; pemerintah bertanggung jawab atas terselenggaranya “lifelong education (meliputi pendidikan semi-formal)”; dan hal-hal mendasar yang berkaitan dengan penataan system pendidikan sekolah dan “lifelong education”, pembiayaan sekolah dan status para guru seluruhnya diatur menurut undang-undang.

Menurut ayat 2 Undang-Undang mengenai Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah menyelenggarakan pendidikan berdasarkan jenjang pendidikan sebagai berikut: Kindergartens, Elementary school and civic schools, Middle schools and Civic high school, High schools and technical high schools, Special schools and Various kind of schools. Selanjutnya menurut ayat 2 Undang-Undang mengenai pendidikan tinggi, pemerintah menyelenggarakan pendidikan sebagai berikut: Universities and colleges, Industrial colleges, Teachers’ colleges, Junior colleges, Air and correspondence colleges, Technical colleges and Various kinds of Schools.

Dalam Undang-Undang juga ditetapkan jumlah hari sekolah untuk masa satu tahun akademik. Sekolah dasar dan menengah harus berjalan selama paling kurang 220 hari sekolah dan Universitas, Sekolah Tinggi dan Akademi lebih dari 30 minggu per tahun. Pada tingkat sekolah dasar dan menengah , dalam satu tahun akademik terdapat dua semester yang terdiri atas; semester pertama yang dimulai dari awal Maret dan berakhir pada bulan Agustus dan semester kedua yang dimulai dari bulan September dan berakhir pada bulan Februari. Pada tingkat Universitas, Sekolah Tinggi dan Akademi jumlah semester per tahun bervariasi dari dua sampai lima semester, tergantung pada kebijakan sekolah yang bersangkutan.

Pemerintah melalui pendidikan tinggi bermaksud menyelenggarakan proses belajar dan mengajar mengenai teori penddikan yang bersifat mendasar dengan berbagai kemungkinannya untuk diterapkan dalam rangka memajukan kehidupan global secara umum dengan mengandalkan ilmu pengetahuan dan kepemimpinan yang dimiliki. Untuk menjadi universitas, sebuah institusi pendidikan harus memiliki sekurang-kurangnya satu “Graduate School”. Pada jenjang pendidikan tinggi ini disediakan fasilitas “research” untuk mereka yang membutuhkan kepemimpinan akademik dan profesional. Jumlah kredit minimum yang dipersyaratkan dalam jenjang pendidikan master adalah 24 kredit yang secara normal dapat berjalan selama empat semester bagi mahasiswa penuh dan lima semester bagi mahasiswa yang sekolah malam hari. Jumlah kredit pada jenjang pendidikan doktor adalah 60 kredit dan secara normal dapat selesai dalam tiga tahun akademik.

Saat ini terdapat 34 “Graduate School of International Studies (GSIS) di Korea Selatan yang didirikan untuk merespon kemajuan berbagai bidang kehidupan dalam era globalisasi serta untuk membangun hubungan-hubungan internasional. Sejak tahun 1996 pemerintah Korea Selatan mengembangkan 9 macam GSIS tersebut dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan keahlian khusus dalam bidang perdagangan dan hubungan internasional. Hal ini dilakukan secara strategis melalui pemberian bekal kepada mahasiswa agar mampu menjalin dan memperluas hubungan internasional dengan berbagai bangsa.

Pada tahun 1999 Menteri Pendidikan Republik Korea menyelenggarakan proyek pembaharuan pendidikan tinggi yang dikenal dengan nama “Brain Korea 21”. Maksud utama proyek ini adalah untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan tinggi melalui pengembangan kreativitas dan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan abad 21. Proyek ini menyediakan berbagai perangkat pendukung untuk para professor dan mahasiswa dalam melaksanakan tugas-tugas penelitian. Dalam rangka mensukseskan proyek tersebut, melalui bidang penelitian pemerintah mengupayakan agar beberapa perguruan tinggi terkemuka di dunia dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan penelitian. Partisipasi perguruan tinggi terkemuka ini terutama dimaksudkan untuk mengembangkan kurikulum, meningkatkan metodologi dan perbaikan sistem administrasi perguruan tinggi Korea Selatan.

Masyarakat Korea abad 21 yang diinginkan adalah masyarakat yang berkarakter demokratis dan memperhatikan kesejahteraan umum, masyarakat yang berorientasi pada industrialisasi, terbuka dan mendunia. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah, sejak tahun 1998 telah menggulirkan strategi perbaikan pendidikan melalui kebijakan “National Prosperity on the Basis of Education”. Presiden Kim Dae-Jung menekankan bahwa kebijakan perbaikan pendidikan tersebut terutama ditujukan untuk menyelesaikan problem-problem sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi oleh bangsa dan masyarakat Korea.

3.7Sistem Religi

Agama Budha dan Kristen merupakan dua agama terbesar di Korea Selatan. Namun demikian, banyak warga Korea Selatan yang tidak memiliki agama dan pada prakteknya lebih sering menggabungkan system kepercayaan di dalam kehidupan mereka. Menyebabkan, perbedaan agama yang satu dengan yang lainnya menjadi samar.

Confusianisme, lebih merupakan filosofi moral ketimbang sebuah agama, dalam berbagai hal lebih terkemuka dalam kebudayaan Korea daripada berbagai agama yang ada. Confusianisme diperkenalkan pertama kali di Cina 2000 tahun yang lalu. Banyak ajarannya menggabungkan kehidupan sosial dan moral bangsa Korea. Confusianisme memberikan bukti dalam prakteknya, seperti memberikan prioritas utama dalam pendidikan dan menghormati yang lebih tua, dan juga upacara adat untuk mengenang nenek moyang.

Ajaran Mahayana dari agama Budha diperkenalkan dari India melalui Cina pada abad ke-4. Kerajaan-kerajaan di Korea menjadikan agama Budha sebagai agama resmi pada permulaan tahun 500 sampai 1392, ketika dinasti Choson mulai memperkenalkan Neo-Confusianisme sebagai ideology bangsa dan mulai mengucilkan agama Budha. Saat penganut Budha menyebar di berbagai daerah di Korea, dan banyak terdapat biara dan candi Budha. Penganut Budha Son, yang menitikberatkan pada meditasi, berasal dari Cina yang dikenal sebagai penganut Budha Chan, dan pada akhirnya berpindah dari Korea ke Jepang, yang lebih dikenal sebagai penganut Budha Zen.

Taoism lebih dikenal To-gyo di Korea, merupakan filosofi mistis yang juga diperkenalkan dari cina bersamaan dengan ajaran Budha. Banyak prinsipnya sama dengan kebudayaan Korea seperti menitikberatkan keselarasan dengan alam, kesederhanaan, kemurnian, dan keabadian.

Korea secara resmi tertutup untuk kalangan misionaris sampai tahun 1882, walaupun pengetahuan akan agama Kristen sudah dikenal sebelumnya. Keanggotaan di dalam persatuan Kristen sangat berkembang sejak tahun 1950-an, dan saat ini Korea adalah negara dengan penganut Kristen terbesar di asia timur. Sekitar tiga perempat penganut Kristen Korea adalah protestan, sementara sisanya adalah penganut Katolik Roma.

Ratusan agama baru dapat ditemukan di Korea. Hampir semua agama baru ini adalah sinkretik, yang berarti menggabungkan berbagai sistem kepercayaan yang berbeda. Salah satu yang terkenal adalah gereja persatuan, didirikan tahun 1954 oleh Sun Myung Moon. Salah satu agama baru yang tertua adalah Ch’ŏndogyo (mengajarkan jalan kesenangan), didirikan tahun 1860. agama ini menggabungkan elemen ajaran Confusianisme, Budha, Kristen, Daoisisme dan Shamanisme

Shamanisme Korea berakar pada kebudayaan kuno wilayah timur laut Asia. Kepercayaan ini merupakan sistem kepercayaan masyarakat kuno yang merupakan hal penting dalam warisan kebudayaan Korea. Didasari oleh kepercayaan animisme, Shamanisme menitikberatkan pada ritual atau upacara ramalan oleh penganut kepercayaan (Mudang), yang kebanyakan adalah wanita. Walaupun Shamanisme bukan merupakan agama, banyak masyarakat Korea yang berkonsultasi dengan penganut Shamanisme ketika merasakan kesedihan atau kesusahan. Selain itu, aturan Shamanisme yang mempercayai bahwa setiap objek di alam memiliki arwah dan jiwa masih dipercaya luas di Korea selatan.

3.7 Kesenian

Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”.

Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).

Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.

Musik

Pertunjukkan musik tradisional Korea mementingkan improvisasi, berjalan terus-menerus, serta sedikit jeda dalam setiap pertunjukkannya. Pansori contohnya, dapat berlangsung sampai lebih dari 8 jam dengan hanya satu penyanyi.

Kontras dengan perbedaan alunan musik barat, sebagian besar pertunjukkan musik tradisonal Korea dimulai dari gerakan (alunan) yang paling lambat sampai paling cepat.

Musik istana, Jeongak, pada zaman dahulu dipentaskan oleh masyarakat kelas atas. Jeongak dimainkan dengan sangat lambat, dengan hanya satu ketukan dalam setiap 3 detik. Ketukan ini diselaraskan dengan kecepatan nafas, sehingga berasa statis (monoton). Alat musik yang digunakan dalam pementasan Jeongak dibuat dari bahan alam, sehingga suaranya lembut dan tenang. Hampir semua alat musik tiup dibuat dari bambu, sedangkan alat musik petik memiliki senar yang dibuat dari sutra.

Pungmul adalah jenis musik rakyat Korea yang kencang dan ekspresif. Pungmul dikategorikan dalam jenis minsogak atau musik rakyat kebanyakan.

Alat musik tradisional Korea dapat dibagi menjadi alat musik tiup, petik (memiliki senar), dan perkusi. Beberapa jenis alat musik tiup: piri, taepyeongso, daegeum, danso, saenghwang dan hun. Alat musik petik: kayageum, geomungo, ajaeng, serta haegeum.

Alat musik perkusi tradisional Korea sangat beragam, seperti kwaenggwari, jing, buk, janggu, bak, pyeonjong, dan sebagainya.Lihat Samulnori.

 

Tarian

Seperti halnya musik, ada perbedaan dalam bentuk tarian antara rakyat kelas atas (tarian istana) dan kelas bawah. Tarian istana yang umum contohnya jeongjaemu yang dipentaskan dalam pesta kerajaan, ilmu yang dipentaskan dalam upacara Konghuchu. Jeongjaemu dibagi dalam jenis yang asli dari Korea (hyangak jeongjae) dan jenis yang dibawa dari Cina (dangak jeongjae). Tarian lainnya adalah tarian shamanisme yang dipentaskan oleh shaman dalam upacara-upacara tertentu.

Lukisan

Lukisan paling awal yang ditemukan di Semenanjung Korea adalah jenis petroglif yang berasal dari zaman prasejarah. Dengan datangnya kebudayaan dan agama Buddha dari Cina, maka teknik melukis menjadi semakin beragam, namun tidak menghilangkan cara asli.

Objek-objek yang biasa dilukis umumnya dipengaruhi alam, contohnya pemandangan, bunga dan burung. Lukisan digambar dengan tinta diatas kertas pohon mulberi atau sutera.

Pada abad ke 18 berbagai teknik baru dikembangkan, terutama dalam menulis indah (kaligrafi) dan ukiran-ukiran cap.

Kerajinan

Kerajinan Korea umumnya dibuat untuk digunakan dalam kehidupan dan kegiatan sehari-hari. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan khas Korea umumnya metal, kayu, kain, tanah liat, kaca, kulit dan kertas.

Artefak kerajinan prasejarah seperti tembikar merah dan hitam memiliki banyak kesamaan dengan tembikar Cina kuno yang ditemukan di sekitar wilayah kebudayaan Sungai Kuning.

Dalam masa dinasti Koryo, pembuatan kerajinan yang menggunakan bahan perunggu kuningan (logam) kuningan berkembang pesat. Selain itu dinasti ini juga terkenal akan kerajinan celadon (keramik) yang indah.

Pembuatan kerajinan pada masa dinasti Choson berkembang pesat yakni kerajinan keramik, ukiran kayu, serta benda-benda furniture.

Keramik

Penggunaan tanah liat dalam masyarakat Korea sudah berlangsung sejak zaman neolitikum dalam bentuk pembuatan tembikar dan keramik. Kerajinan tembikar berkembang pesat pada masa Tiga Kerajaan terutama di kerajaan Silla. Untuk membuat celadon berwarna, digunakanlah proses deoksidasi, dimana celadon dibakar dalam tungku yang dibuat khusus. Permukaan celadon dihiasi dengan berbagai ukir-ukiran.

Celadon khas dinasti Koryo, yang berwarna giok hijau, sangat terkenal hingga saat ini. Dinasti Choson juga mengembangkan kerajinan keramik putihnya. Beberapa dari keramik-keramik ini kini dijadikan harta nasional Korea Selatan.

BAB IV

PENUTUP

 

4.1    Kesimpulan

Dalam bahasa Korea terdapat kemiripan dengan bahasa Jepang dan Cina, karena masih ada unsur kekerabatan diantara mereka.

 Dari sisi tehnology, Sejak dahulu ilmu pengetahuan dan teknologi Korea sudah dipengaruhi Tiongkok yang lebih maju. Korea mengimpor sistem/cara bertani padi, geomansi, astronomi, fengshui, arsitektur, kesenian dari dinasti-dinasti Tiongkok.

Dari sisi sistem mata pencarahian Korea pada awalnya ialah mata pencaharian primer dimana masyarakat tersebut bercocok tanam kemudian beralih lagi menjadi perdagangan barang sekunder seperti usaha perkilangan dan pada akhirnya sampai  sekarang menjadi perdagangan barang-barang terstier.

Organisasi sosial korea Saat korea masih social pre-industri dan agricultural, bentuk utama dari social organisasi adalah institusi keluarga dan berpusat pada kekeluargaan seperti sisilah keturunan (maksimal dan minimal) dan marga. Organisasi yang berbasis pada kekeluargaan masih ada dan di pertimbangkan sangat penting.

Sistem pengetahuan mereka menerapkan sistem pengetahuan 6334 yang telah dimasukan kedalam undang-undang mereka, dimana maksudnya ialah 6 tahun untuk sekolah dasar, 3 tahun untuk sekolah menengah pertama , 3 tahun untuk sekolah menengah atas dan 4 tahun untuk perguruan tinggi.

Sistem religi masyarakt korea mayoritas ialah kristen dan budhist tetapi aliran-aliran kepercayaan disana juga sangat banyak bermunculan. Aliran-aliran kepercayaan yang ada disana umumnya bersalah dari campuran berbagai agama.

 Kesenian dalam hal musik terdapat 3 macam alat musik yaitu alat musik tiup, petik dan perkusi. Pakaian adat mereka disebut hanbok dimana masing-masing dari mereka wajib untk memilikinya paling tidak 1 buah.

4.2 Saran

Saran kami bahasa korea memiliki bahasa yang unik dan mudah untuk dipelajari, Korea dapat mengembangkan bahasa mereka di kaca Internasional sebagai bahasa universal. Hal ini dapat diupayakan dengan mengadakan ujian kemampuan bahasa korea tiap tahun guna memberikan standarisasi bahasa korea secara Internasional.

Negara Korea adalah Negara argikultural yang dapat menghasilkan kebutuhan sendiri. Pemerintah hendaknya lebih memfokuskan penghasilan pertanian dalam negeri dan mengurangi import guna membantu kesejahteraan petani dalam negeri.

Dilihat dari segi pendidikan, ditemukan banyak mahasiswa Korea yang menuntut ilmu di negeri luar. Kami menyarankan pemerintah Korea menyisihkan aggaran pendidikan lebih besar dengan tujuan menyediakan pendidikan yang lebih baik dan bertaraf internasional. Selain itu pemerintah diharapkan mendukung dengan mendanai penelitian universitas-universitas dalam  bersaing dengan Negara maju lainnya.

Melestarikan kebudayaan sama nilainya dengan pempertahankan kepercayaan dan memeliharanya. Keagamaan Korea memiliki warna yang indah, guna memeliharanya hendak masyarakat dapat bersosialisasi antar umat agama dan melakukan aktifitas bersama-sama.

Korea sangat kaya dengan kesenian, ini merupakan asset bagi Korea dan kesempatan memperkenalkan lebih dalam lagi kepada dunia. Saran kami agar pemerintah dapat memelihara dan merawat kesenian-kesenian yang ada yang merupakan harta bagi Negara Korea sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

BAJU

 

(Hanbok = pakaia tradisional korea)

AJEUNG

 

(Ajeung = alat musik petiki korea)

 

JANGGU

(Janggu = alat musik perkusi korea)

 

TAEPYONGSO

(Taepyongso = alat musik tiup korea )

About these ads

~ by irene clarissa on September 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: